Selamat Datang di Blog Website SMA NU 1 Kradenan

Rabu, 06 April 2011

SEKOLAH SEBAGAI RUMAH KEDUA

Blora (gp-ansor.org): Lembaga pendidikan yang telah bergeser hanya sekedar menjadi lembaga pengajaran menjadi salah satu tema penting belakangan ini ketika membericrakan evaluasi terhadap sistem pendidikan kita selama ini. Pendidikan di sekolah yang hanya memberikan pengetahuan dan keahlian tertentu tanpa adanya pembentukan karakter pada peserta didik pada akhirnya hanya menghasilkan manusia-manusia yang pandai dengan karakter dan mentalitas yang lemah.
Demikian, sedikit refleksi tentang pendidikan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA NU Kradenan, Mahmudi Abduh, S.Ag. disela-sela acara pembukaan Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora yang berlangsung pada hari Ahad, 03 April 2011 di Aula SMA NU 01 Kradenan Kabupaten Blora.
Selaku tuan rumah sekaligus Sekretaris PAC GP Ansor Kradenan, beliau menyambut baik rencana Panitia Konferancab yang menempatkan acara tersebut di sekolahnya. Acara konferancab yang digelar siang hari tersebut terlihat ramai. Namun, demikian keramaian di SMA NU pada sore hari itu tidak hanya karena adanya Konferancab, melainkan terdapat kerumunan-kerumunan pelajar yang beraktifitas di sekolah sekalipun sekolah mereka sedang libur. Sebuah fenomena yang menarik untuk ukuran sebuah SMA yang berada di Pelosok Desa Sumber yang berjarak sekitar 9 KM dari Ibu Kota Kecamatan dan 56 KM dari Ibu Kota Kabupaten dengan basis social masyarakat petani dimana kanan-kiri, depan-belakang sepenuhnya adalah lahan persawahan.
“Hal seperti ini sudah biasa di sekolah ini, ya demikian itu keseharian mereka (pelajar). Setelah pulang sekolah, istirahat sebentar di rumah, setelah itu kembali lagi ke sekolahan”, demikian ungkap Mahmudi ketika ditanya tentang aktifitas pelajar tersebut.
Dari dekat, ternyata kerumunan-kerumunan pelajar tersebut mempunyai aktivitas yang berbeda-beda. Ada pengurus Mading (Majalah Dinding) yang berdiskusi dan mempersiapkan “tayangan” edisi berikutnya, adapula kelompok theatre yang sedang berlatih, adapula yang sedang berkumpul di tempat parkir setelah mereka silaturrahmi kepada dewan guru untuk minta do’a restu dalam menghadapi Ujian ke depan.
Aktivitas sore hari di sekolah tersebut memang dirancang untuk memfasilitasi dan membina seluruh kecenderungan dan potensi dari para siswa. Selain itu, dari aktifitas sore hari inilah karakter dan mentalitas peserta didik dibentuk dan dikuatkan. Dengan demikian, sisi kognitif, afektif, psikomotorik peserta didik betul-betul terasah.
“Mereka (peserta didik) menjadikan sekolah ini sebagai rumah kedua, dan mereka betul-betul at home berada di sekolahan”, imbuh Mahmudi menutup perbincanagan.

2 komentar:

  1. AL hamdulillah SMA NU yang kukenal dulu dan sampai sekarang masih berkiprah tak goyah oleh badai 'TERUS BERKARYA HAI KADER-KADER GENERASI NAH DHLOTUL 'ULAMA, CIPTAKAN DAN TEBARKAN AHLI SUNAH WAL JAMA'AH DI BUMI ALLOH INI' mari bersatu berpadu, waspadalah orang yang kurang paham tentang ISLAM telah mengibarkan benderanya seolah merekalah yang paling benar Islamnya, melupakan para Ulama, sunggah amalan yang tak terpuji. Mari kita saling bahu membahu menata aqidah umat kita dari rongrongan aqidah sesat.

    BalasHapus
  2. Mari Kita Tingkatkan kerjasama Demi Kemajuan Dunia Pendidikan dan generasi Penerus Bangsa.

    http;//smpn2menden.blogspot.com

    BalasHapus