KURIKULUM SMA NU 1 KRADENAN
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan dari seni dan budaya Manusia yang dinamis dan syarat akan perkembangan, karena itu perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus di lakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan. Pemikiran ini mengandung konsekwensi bahwa penyempurnaan atau perbaikan pendidikan menengah atas untuk mengantisipasi kebutuhan dan tantangan masa depan perlu terus menerus dilakukan penyelarasan dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
Atas dasar hasil pengamatan di lapangan mengindikasikan bahwa, sebagian besar lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) kurang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan / perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak mudah dilatih kembali atas kekurangannya. Temuan tersebut tampaknya mengindikasikan bahwa pembelajaran di SMA belum nampak menyetuh pada pengembangan diri dalam kemampuan adaptasi peserta didik. Studi itu juga memperoleh gambaran bahwa sebagian lulusan SMA tidak dapat terserap di lapangan kerja, karena kompetensi yang mereka miliki belum sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
Selain hal-hal tersebut saat ini bangsa indonesia sedang menghadapi permasalahan besar yang sering disebut sebagai krisis multi dimensi, lebih mencengangkan lagi jika memperhatikan moralitas bangsa saat ini yang ternyata juga terjadi krisis didalamnya. Yang diindikasikan oleh beberapa kasus misalnya tawuran antar pelajar, tawuran antar mahasiswa, tawuran antar kelompok masyarakat, bahkan antar elit politik, Korupsi kian marak, Kejadian seks di luar pernikahan menjadi trend di kalangan pelajar yang didorong oleh makin maraknya penyebaran Video dan situs porno, penggunaan narkoba serta minuman beralkohol yang meluas sampai ke pedesaan. Hasil penelitian Komisi Perlindungan Anak (KPA) yang menyatakan bahwa 97 % pelajar usia remaja pernah mengakses pornografi & sebanyak 62,7 % pernah melakukan hubungan badan sebagaimana diberitakan Kompas, 9 Mei 2010.
Kondisi itulah antara lain yang menjadikan bahwa kurikulum SMA NU 1 Kradenan edisi sebelumnya perlu di sempurnakan sesuai dengan tuntutan dunia kerja dan standar kompetensi Nasional, kebutuhan pembekalan kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menjadi sangat penting untuk mengintegrasikan Pendidikan Karakter dalam kurikulum SMA NU 1 Kradenan.
Mutu lulusan Pendidikan sangat erat kaitannya dengan proses pelaksanaan pembelajaran yang dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain kurikulum, tenaga pendidik, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, alat bantu dan bahan, manajemen sekolah, lingkungan sekolah dan lapangan latihan kerja siswa. Meskipun kurikulum hanya merupakan sebagai arah, tujuan dan landasan filosofi pendidikan, namun kurikulum harus selalu dikembangkan sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan kebutuhan / pasar kerja, serta dinamika perubahan sosial masyarakat.
Kurikulum sendiri merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan Nasional serta sesuai dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum SMA NU 1 Kradenan disusun untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
1. Kondisi SMA NU 1 Kradenan
SMA NU 1 Kradenan merupakan Satu-satunya SMA yang ada di Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah, yang merupakan daerah perbatasan antara jawa tengah dengan jawa timur di sebelah tenggara. Dalam bidang pendidikan di kecamatan Kradenan sudah terdapat sekolah dari SD hingga SMA dan baru-baru ini berdiri pula dua SMK. Namun mutu pendidikan pada umumnya masih rendah. Rendahnya kualitas pendidikan ini berkaitan erat dengan mata pencaharian penduduk yang sebagian besar adalah Petani dan petani penggarap.
Adapun jumlah peserta didik SMA NU 1 Kradenan keseluruhan adalah 183 dengan Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata Peserta didik di kelas X ada sebanyak rombongan belajar. Peserta didiK pada program IPA baik di kelas XI maupun di kelas XII hanya satu rombongan belajar dan pada program IPS di Kelas XI dan Kelas XII masing-masing ada saturombongan belajar. Dan mayoritas (80%) Berasal dari Kecamatan Kradenan dan selebihnya (20%) berasal dari Kecamatan Randublatung dan Kedungtuban serta dari kabupaten Bojonegoro.
Sementara kondisi Sarana dan Prasarana yang telah dimiliki oleh SMA NU 1 Kradenan dapat dikatakan cukup memadai serta didukung dengan personil sekolah yang terdiri dari 22 orang, terdiri atas guru 18 orang serta karyawan tata usaha 3 orang dan penjaga sekolah 1 orang.
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di SMA NU 1 Kradenan adalah apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang sudah cukup memadai.
Proses pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik supaya dapat diterima untuk memenuhi:
a) Kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global
b) Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global
c) Sebagai proses untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
2. Potensi dan karakteristik satuan pendidikan
Adapun potensi yang telah dimiliiki oleh SMA NU 1 Kradenan Adalah sebagai berikut :
1. Sarana dan Prasarana.
a. Tanah dan Halaman
Tanah sekolah sepenuhnya merupakan Tanah Wakaf yang dikelola oleh yayasan. Luas areal seluruhnya 5.360 m2. Sekitar sekolah dikelilingi oleh pagar sepanjang 360 m.
Keadaan Tanah Sekolah SMA NU 1 Kradenan
Status
|
:
|
Wakaf
|
Luas Tanah
|
:
|
5.360 m2
|
Luas Bangunan
|
:
|
887,5 m2
|
Pagar
|
:
|
300 m
|
b. Gedung Sekolah
Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi baik. Jumlah ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar memadai.
Keadaan Gedung Sekolah SMA NU 1 Kradenan
Luas Bangunan
|
: 887.5 m2
|
Ruang Kepala Sekolah
|
: 1 Baik
|
Ruang TU
|
: 1 Baik
|
Ruang Guru
|
: 1 Baik
|
Ruang Kelas
|
: 12 Baik
|
Ruang Lab. IPA
|
: 1 Kurang
|
Ruang Lab. Bahasa
|
: 1 Kurang
|
Ruang Lab. Komputer
|
: 1 Baik
|
Ruang Perpustakaan
|
: 1 Baik
|
Ruang Serba Guna (Aula)
|
: 1 Baik
|
Musholla
|
: 1 Baik
|
Ruang Osis
|
: 1 Baik
|
Ruang Olahraga
|
: 1 Baik
|
Gudang
|
: 1 Baik
|
Ruang Kosong
|
: 3 Rusak Ringan
|
2. Anggaran Sekolah.
Anggaran sekolah berasal dari dana pemerintah dan dana yang dihimpun dari orang tua peserta didik. Setiap peserta didik dikenai biaya Rp. 65.000,- per bulan. Alokasi dana terutama diperuntukan untuk menunjang kegiatan-kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, dan juga untuk memenuhi kelengkapan sarana belajar peserta didik.
3. Personil Sekolah
SMA NU 1 Kradenan didirikan pada tahun 2002 yang merupakan sekolah milik masyarakat, Jumlah seluruh personil sekolah ada sebanyak 22 orang, terdiri atas guru 18 orang, karyawan tata usaha 3 orang, dan penjaga 1 orang.
4. Kerja Sama Sekolah
a. Kerja sama dengan Orang Tua Peserta didik
Kerja sama dengan orang tua peserta didik dilaksanakan melalui Komite Sekolah. Ada lima peran orang tua dalam pengembangan sekolah, yaitu sebagai:
1. donatur dalam menunjang kegiatan dan sarana sekolah, namun belum berjalan optimal mengingat kondisi ekonominya;
2. mitra sekolah dalam pembinaan pendidikan;
3. mitra dalam membimbing kegiatan peserta didik;
4. mitra dialog dalam peningkatan kualitas pendidikan; dan
5. sumber belajar.
b. Kerja sama dengan Alumni.
Kerja sama antara sekolah dengan alumni belum dapat digali secara maksimal mengingat keberadaan alumni yang tidaksemuanya masih berada di wilayah kecamatan kradenan, sementara komunikasi belum berjalan dengan lancar karena keadaan yang belum memungkinkan.
5. Prestasi yang pernah diraih/dicapai.
1) Bidang Akademis : -
2) Bidang Non akademis :
§ Juara 1 Lomba Menulis Surat kepada Presiden Tingkat Kabupaten (tahun 2010)
§ Juara 1 Lomba Tilawatil Qur’an tingkat Kabupaten 2010
Dengan mempertimbangkan kondisi serta potensi dan karakteristik tersebut, SMA NU 1 Kradenan melaksanakan Pengembangan Kurikulum sebagai mana mestinya pengembangan kurikulum satuan pendidikan (KTSP) dikembangkan, yaitu dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari delapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang ditetapkan dalam Permen 22 dan 23, merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
B. Dasar hukum
1. Undang- undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sitem pendidikan nasional pasal 38 ayat 2 dan pasal 51 ayat 1
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat 2 dan Pasal 49 Ayat 1
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 Tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007 Tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006
7. Surat keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 895.5/01/2005 tentang Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Jawa untuk jenjang pendidikan SD/SDLB/SMK/SMA/MA Negeri dan Swasta
C. Tujuan Pengembangan Kurikulum
Tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMA NU 1 Kradenan dirumuskan mengacu pada tujuan umum pendidikan; tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
D. Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMA NU 1 Kradenan dikembangan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kornpetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan Iingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatanpembelajaran berpusat pada peserta didik.
2. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis penthdikan, serta menghargai dan tidak diskrmiinatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulinn, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknotogi, dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stake holders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalam kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepenting daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, , berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN
A. Tujuan Pendidikan Dasar dan Menengah
Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
B. Visi SMA NU 1 Kradenan
Perkembangan dan tantangan masa depan seperti: perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; globalisasi yang sangat cepat; era informasi; dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memicu sekolah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu. SMA NU 1 Kradenan memiliki citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang yang diwujudkan dalam Visi sekolah berikut:
Visi SMA NU 1 Kradenan
“TAMPIL PRIMA“
|
Kepanjangannya adalah: Taqwa, Terampil, Pintar dan, Berkepribadian Matang, lebih jelasnya lagi adalah Terbentuknya generasi yang “Taqwa, Terampil, Pintar, dan Berkepribadian Matang” dalam menyongsong Era Globalisasi.
Visi tersebut di atas mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekikinian, sesuai dengan norma dan harapan masayarakat.
C. Misi SMA NU 1 Kradenan
Untuk mewujudkan Visi Sekolah SMA NU 1 Kradenan menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam Misi berikut:
- Menyelenggarakan pendidikan bernuansa islami, untuk membentuk generasi yang memiliki keimanan dan ketaqwaan, berdasarkan pengetahuan ke-Islam-an ala Ahlus-Sunnah wal-Jamaah An-Nahdliyyah.
- Mewujudkan generasi yang memiliki kecerdasan dan keterampilan baik akademik maupun non akademik
- Mewujudkan generasi yang memiliki kepribadian agamis, nasionalis, yang mampu menghormati dan menjaga lingkungan. (Adm)
silakan kirim berita ke redaksiinfodesakublora@gmail.com saya bantu publikasinya..... gratisssssssssssssssssssssssssss
BalasHapus