Kradenan
(24/2) Persaingan hidup di era global seperti sekarang ini, mengharuskan setiap
orang untuk memiliki keterampilan hidup agar mampu bertahan. Kreativitas
menjadi kunci dari semua masalah pelik ini. Untuk menumbuhkan hal itu,
seseorang perlu mendapatkan pengalaman sejak di bangku sekolah agar di masa depan
mereka dapat memanfaatkan kreativitasnya itu untuk survive.
Hal inilah yang sedang
dilakukan SMA NU 1 Kradenan yang sering sekali memberikan berbagai keterampilan
bagi peserta didiknya, seperti halnya, Ibu Asmiati,guru biologi yang rutin
memberikan bekal keterampilan hidup di masyarakat yang dikaitkan dalam materi
biologi.
![]() |
| Siswa SMA NU 1 Kradenan sedang mengecek hasil tempe buatan mereka (pict:ar-smanusa) |
Rabu kemarin (Re:22/2) beliau
mengajak muridnya untuk belajar membuat tempe. Tempe merupakan makanan yang hampir
setiap hari di konsumsi oleh masyarakat. Melihat peluang yang besar inilah,
guru senior di SMA NU 1 Kradenan ini mencoba mengajak peserta didiknya untuk
terampil membuat makanan berprotein tinggi itu.
“Masyarakat kita sangat
familiar dengan tempe, dan hampir semua olahan sehari-hari berbahan tempe,
sangat berharap peluang ini bisa dimanfaatkan oleh anak-anak, missal tidak
untuk berwirausaha setidaknya mereka dapat membuatnya sendiri di rumah kelak”
tutur Bu Asmiati.
Mereka adalah siswa
kelas XII MIPA yang terlihat bersungguh-sungguh dalam menjalani setiap proses
pembuatan tempe. Mereka belajar membuat tempe dari proses membuat jamur tempe.
Jadi memang mereka tidak perlu membeli jamur tempenya dari toko, karena mereka
dibekali juga teknik membuat jamur tempenya.
![]() |
| Tempe yang dibuat oleh siswa SMA NU 1 Kradenan, mereka juga diajari membuat jamurnya (pict:ar-smanusa) |
“Sebelumnya, kami
diajari cara membuat jamur tempe, setelah itu jamur yang sudah dikembangkan,
digunakan untuk membuat tempe. Ini sangat bermanfaat bagi kami. Entah kapan dirasakannya,
setidaknya sebelum lulus kami sudah dapat pengalaman berharga” ungkap Utami
saat ditemui di lab IPA siang tadi (re:Jum’at, 24 Pebruari 2017)
Hasil pembuatan tempe
mereka rencananya akan mereka olah menjadi berbagai macam resep makanan. Bahkan
ada juga yang berniat untuk menjualnya, tentu setelah lolos uji kelayakan dari
guru Biologi baik dari tempenya, hingga kemasan tempenya. (ar-smanusa)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar