Kradenan, (22/10) Peringatan Hari Santri Nasional 2017
sepertinya menjadi momentum yang tepat untuk terlahir kembali (reborn) grup
drum band SMA NU 1 Kradenan. Pasalnya drum band yang berdiri tahun 2004 itu
sempat vakum hingga 12 tahun lamanya. Dan di paruh akhir tahun ini, drum band
kebanggaan SMA NU ini mulai dirintis kembali. Mereka terlahir kembali dengan
nama Gita Nada SMANUSA (GNS).
![]() |
| Personel Gita Nada SMANUSA sebelum tampil di pawai HSN 2017 (Pic. Rif) |
Semangat Hari Santri memang menjadi motivasi tersendiri
bagi para punggawa GNS untuk mewujudkan mimpinya, yaitu menghidupkan kembali
ekstra kurikuler drum band yang terbukti pernah membawa SMA NU 1 Kradenan mencapai puncak
kejayaan. Keseriusan mereka bahkan tertuang dalam salah satu Program Kerja
Departemen Bakat Minat Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMA NU 1 Kradenan.
Keseriusan ini juga ditunjukkan dari rajinnya mereka mengikuti latihan.
“Mengaktifkan drum band memang menjadi program kerja kami
di departemen B (Bakat Minat). Kita ingin mengulang kesuksesan drum band SMA NU
tercinta yang dulu pernah berjaya pada masanya. Kami yakin bisa mewujudkannya.”
Kata Fendy Pradana Ketua Pinkom IPNU SMANUSA.
Dalam pawai hari santri kemarin pasukan drum band SMA NU
1 Kradenan sukses memberikan penampilan terbaik. Pasalnya sejak berangkat dari
garis start di Lapangan Joko Bodo Bapangan hingga kantor kecamatan Kradenan
mereka tak sedikitpun surut semangatnya. Ke-38 personelnya bertugas dengan
maksimal tanpa sedikitpun berhenti di tengah jalan. Dengan membawakan lagu
utama mars Subbanul Wathon semakin memperkuat aura hari santri yang kala itu
memang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indeonesia dari usaha pendudukan
kembali Belanda.
![]() |
![]() |
| Gita Nada SMANUSA performs perdana dalam pawai HSN 2017 di Kecamatan Kradenan (Pic. Rif) |
“Semangat perjuangan santri saat itu kita bawa dalam
denting balera bernada mars Subbanul Wathon. Cinta Tanah Air adalah sebagian
dari iman, semangat ini pulalah yang anak-anak tunjukkan dalam performance
perdananya” Kata Rifai, guru pendamping GNS.
Rifai juga menambahkan bahwa semangat anak-anaklah yang
mendorong dirinya untuk ikut mendampingi dan membimbing mereka. Dengan mengukur
potensi dan segala sesuatu yang ada, Rifai yakin bahwa Grup drum Band SMA NU 1
Kradenan akan sukses reborn. Kesuksesan ini diharapkan akan terus berlanjut dan
menjadikan ekstra kurikuler drum band sebagai salah satu ekstra unggulan yang mampu
menjadi daya tarik siswa dalam menyalurkan bakat mereka.
“Pramuka kita sudah tersebar ke SD-SD, teater juga sering
tampil, Pagar Nusa sering juara, Hadroh El-NUSA tampil dimana-mana, saatnya
Gita Nada SMANUSA kembali berjaya” tutup Rifai. (Rif)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar