Kradenan (11/10). Akhir-akhir ini
tampak kegiatan yang jarang dilihat pada kelas jurusan IPS di SMA NU 1
Kradenan. Mereka berlalu lalang membawa berbagai peralatan yang seolah tidak
lazim mereka lakukan. Sebagian dari mereka sibuk dengan kabel-kabel listrik dan
peralatan lampu, sebagian lagi focus membuat potongan-potongan kayu membentuk
sebuah bangun ruang yang ditutup dengan triplek pada semua sisinya. Setelah
diusut ternyata mereka sedang membuat sebuah proyek pembuatan proto type
instalasi listrik rumah tangga sebagai tugas mata pelajaran lintas minat fisika.
“Meskipun mereka jurusan IPS, tetapi saya ingin membekali mereka
untuk terampil juga dalam menerapkan ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari,
apalagi terkait kelistrikan, wong dimana-mana sekarang kita pake listrik,
jadi IPA ataupun IPS bukan mejadi batasan lagi” Ungkap Heri Purwanto saat
ditemui tim.
![]() |
| Beberapa Siswa Program IPS sedang Menyusun Rangkaian Instalasi Listrik (foto:Her) |
Pembuatan proyek ini sekaligus menjadi kegiatan pembelajaran yang
merangsang peserta didik untuk aktif belajar (active learning). Siswa
juga sangat antusias dalam mengikuti semua prosesnya. Meski membutuhkan waktu
cukup lama tetapi sebanding dengan ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan.
“Sebelumnya saya tidak paham dengan pemasangan instalasi listrik di
rumah tangga. Tetapi dalam pelajaran fisika lintas minat ini, saya mulai paham
dengan pemasangan kabel-kabel dalam rangkaian listrik rumah tangga. Kegiatan
ini sangat membantu” Kata Edy Saputra, salah satu siswa XII IPS.
Kegiatan belajar berbasis Proyek (Project Based Learning)
ini membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Kegiatan dimulai dari pembuatan
perencanaan, membuat desain prototype instalasi listrik, membuat
prototype rangkaian listriknya, hingga melakukan presentasi produk yang
dihasilkan. Kegiatan ini melibatkan siswa sebagai pelaku utama, dibantu guru
fisika pengampu, dan sekolah selaku penanggung jawab atas seluruh kegiatan
pembelajaran.


PjBL Pembuatan Prototype dimulai dari perencanaan hingga presentasi (foto: Her)
Prototype yang dihasilkan siswa selanjutnya akan masuk ke dalam jajaran karya siswa yang dipajang di laboratorium sebagai media belajar bagi siswa lain sekaligus menjadi motivasi untuk tertarik belajar fisika.
“Nanti hasil karya siswa dipajang di lab, agar siswa lain bisa termotivasi
untuk belajar juga” Pungkas Heri Purwanto. (Rif/adm)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar